Waspada dengan Fenomena Gelombang Kedua COVID-19

virus-corona

Di beberapa negara saat ini sedang mengalami fenomena gelombang kedua (second wave) Pandemi Covid-19. Second wave atau munculnya gelombang kedua adalah tren kenaikan jumlah kasus yang kembali memuncak setelah mengalami kurva kasus yang melandai.

Fenomena Gelombang Kedua COVID-19 India

Akhir akhir ini, negara India mengalami fenomena gelombang kedua (second wave) Pandemi Covid-19 yang signifikan; India mencatat rekor baru dalam Pandemi Covid-19 dengan melaporkan 314.835 kasus Covid-19 dalam sehari pada Kamis (22/4/2021).
Kondisi seperti di negara India pernah terjadi juga di beberapa negara misalnya di Itali, Amerika, dll; namun India tercatat memilki rekor fenomena gelombang kedua (second wave) Pandemi Covid-19 tertinggi didunia.

Menurut World Health Organization (WHO), gejala Covid-19 akan muncul setelah 5 atau 6 hari dari terpapar virus Covid-19, atau paling lama dapat dirasakan setelah 14 hari, namun pada orang tertentu tidak menampakkan gejala sakit. Ada dua istilah untuk membedakan penderita Covid-19; Asimtomatik penderita yang dapat menularkan tanpa menunjukkan gejala apapun dan Presimptomatik penderita yang masih dalam tahap pengembangan gejala atau berada dalam masa inkubasi.

Seseorang yang tidak memahami kondisi tersebut ada kemungkinan abai atau lalai terhadap protokol kesehatan ketika bertemu dengan orang yang nampak sehat, namun sebenarnya dapat menularkan Covid-19. Fenomena gelombang kedua (second wave) Pandemi Covid-19 secara umum disebabkan oleh kurangnya mitigasi atau kedisiplinan dalam penerapan protokol kesehatan, setelah kasus Pandemi Covid 19 terlihat menurun.

5 (Lima) Faktor penyebab Fenomena Gelombang Kedua COVID-19 India

Menurut Guru Besar FK Universitas Indonesia (UI); Bpk Tjandra Yoga Aditama yang juga mantan Direktur WHO (World of Health Organization) di Asia Tenggara  mengatakan gelombang kedua Covid-19 yang terjadi India disebabkan oleh setidaknya 5 (lima) faktor; sbb :

  1. Penerapan 3M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan) di India menurun.
  2. Pada beberapa bulan terakhir ada acara-acara besar termasuk acara pilkada dan keagamaan yang menimbulkan kerumunan yang sangat besar.
  3. Jumlah tes di India menurun, berdasarkan pada data tes yang dilakukan di India sejak Oktober 2020.
  4. Adanya mutasi varian baru dari Covid-19; yaitu : B.1.1.7 asal Inggris, B.1.351 asal Afrika Selatan, Varian P1 asal Brazil, ditambah mutasi varian Covid-19 dari India sendiri, yaitu B.1.617.
  5. Adanya asumsi di masyarakat India bahwa vaksinasi memberi kekebalan kelompok (herd immunity) dari virus Covid-19 sehingga protokol kesehatan di India menurun.

Tetap Menerapkan Protokol Kesehatan

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menjelaskan dan merujuk pada 3 penelitian yaitu dari Kronbichler et al pada 506 pasien dari 36 studi (2020), He et al pada 50 pasien dari 114 studi (2020), dan Yu et al pada 79 pasien dari 3 Rumah Sakit di Wuhan China tahun 2020. Ketiga penelitian itu menyatakan bahwa, kebanyakan penderita Covid-19 yang tidak bergejala adalah populasi berusia muda dan berpotensi menularkan orang-orang sekitarnya.

Prof Wiku Adisasmito meminta masyarakat untuk terus menjaga jarak dan menerapkan protokol kesehatan. Karena efektifitas penekanan risiko penularan akan lebih maksimal dengan menerapkan 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Beliau juga menghimbau masyarakat jangan lengah, karena pandemi masih berlangsung. Dan saya apresiasi seluruh elemen, baik tenaga kesehatan, komunitas,  pemerintah dan masyarakat karena kerjasamanya bisa bertahan di masa pandemi Covid-19 sampai sekarang.

Upaya Pemerintah Indonesia tentang Larangan Mudik Lebaran

Indonesia pada saat ini akan menghadapi acara keagamaan dan tradisi (kebiasaan) tahunan yang besar; yaitu acara Mudik Lebaran; maka sudah sepantasnya untuk memberikan informasi kepada masyarakat insan Krakatau Medika; agar tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya fenomena gelombang kedua (second wave) Pandemi Covid-19.

Pemerintah telah berupaya melakukan mitigasi; a.l. melalaui pengetatan mobilitas yang tertuang dalam Addendum Surat Edaran (SE) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Selama Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah, yang diterbitkan oleh Satgas Penanganan Covid-19 Indonesia; dimana tercantum sbb :

1.Periode H - 14 menjelang masa peniadaan mudik (6 Mei 2021 sampai dengan tanggal 17  Mei  2021)  yang  dimaksudkan  dalam Addendum Surat  Edaran  ini berlaku pada tanggal 22 April 2021 sampai dengan tanggal  5 Mei 2021.

2.Periode  H + 7 pasca masa peniadaan mudik  (6  Mei  2021  sampai  dengan tanggal 17  Mei  2021)  yang  dimaksudkan  dalam Addendum Surat  Edaran  ini berlaku pada tanggal 18 Mei sampai dengan tanggal 24 Mei 2021.

PPKM Darurat

PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Darurat Jawa dan Bali telah diberlakukan oleh Pemerintah mulai tanggal 3 - 20 Juli 2021; sebagai upaya untuk meredam penyebaran COVID-19 fenomena Gelombang Kedua; terkait ditemukannya Varian Delta yang lebih kuat penyebarannya dan lebih kuat daya patogennya.

Masyarakat telah diminta kesadarannya oleh Pemerintah untuk berdisiplin mematuhi pengaturan PPKM Darurat demi keselamatan semuanya, pemerintah akan mengerahkan seluruh sumber daya yang ada untuk mengatasi penyebaran Covid-19.

Saya minta masyarakat berdisiplin mematuhi pengaturan ini demi keselamatan kita semuanya, pemerintah akan mengerahkan seluruh sumber daya yang ada untuk mengatasi penyebaran Covid," kata Presiden Joko Widodo saat mengumumkan keputusan tentang PPKM Darurat, Kamis

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Aturan PPKM Darurat Kembali Direvisi, Berikut Rincian Ketentuan Terbaru", Klik untuk baca: https://nasional.kompas.com/read/2021/07/11/09453981/aturan-ppkm-darurat-kembali-direvisi-berikut-rincian-ketentuan-terbaru?page=all.
Penulis : Fitria Chusna Farisa
Editor : Icha Rastika

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L

 

Fenomena Gelombang Kedua Coivid-19 India (sumber :Kompas)

 

20200409 Pandemic resurgence - effect of inadequate mitigationGambaran Fenomena Gelombang Kedua Covid-19 (sumber : Wikimedia)

 

tidak-ada-mudik

covid19-indonesia


Referensi :

  1. https://covid19.go.id/p/berita/disiplin-protokol-kesehatan-guna-antisipasi-second-wave-pandemi
  2. https://www.kompas.com/tren/read/2021/04/19/164500965/gelombang-kedua-corona-di-india--rumah-sakit-dan-krematorium-kewalahan
  3. Video Berita Kompas Petang; Youtube.
  4. Berita CNN Indonesia; Youtube.
  5. Wikimedia; https://commons.wikimedia.org/wiki/File:20200409_Pandemic_resurgence_-_effect_of_inadequate_mitigation.gif
  6. Google; Covid 19 Indonesia Hari Ini.

 


Baca Juga :

  1. Lindungi Anak anak dari COVID-19
  2. Lindungi Ibu Hamil dari Covid-19