Gerakan Karyawan Krakatau Medika Tekan Angka Obesitas

 

Cilegon, Rabu 08/01/2020. Obesitas merupakan penumpukan lemak yang berlebihan pada tubuh akibat ketidak seimbangan asupan energi (energy intake) dengan energi yang digunakan(energy expenditure) dalam waktu yang lama.Asupan energi tinggi disebabkan oleh konsumsi makanan sumber energi dan lemak tinggi, sedangkan pengeluaran energiyang rendah disebabkan karena kurangnya aktivitas fisik dan sedentary life style.


Kegemukan atau obesitas adalah suatu kondisi medis berupa kelebihan lemak tubuh yang terakumulasi sedemikian rupa sehingga menimbulkan dampak merugikan bagi kesehatan, yang kemudian menurunkan harapan hidup dan/atau meningkatkan masalah kesehatan.Seseorang dianggap menderita kegemukan (obese) bila indeks massa tubuh (IMT), yaitu ukuran yang diperoleh dari hasil pembagian berat badan dalam kilogram dengan kuadrat tinggi badan dalam meter, lebih dari 30 kg/m2.

Berdasarkan data WHO (2014) obesitas telah mencapai tingkat masalah secara global, pada tahun 2014 terdapat 11% dari pria dan 15% dari perempuan mengalami kelebihan berat badan atau obesitas, secara global lebih dari 42 juta mengalami obesitas, dan obesitas merupakan penyumbang utama untuk penyakit kronis.

Di Indonesia, prevalensi obesitas juga mengalami peningkatan. Menurut data riskesdas tahun 2007 (Depkes, 2008), prevalensi obesitas umum pada penduduk dewasa dan lansia (15 tahun ke atas) secara nasional adalah 19,1% (8,8% BB lebih dan 10,3% Obese). Prevalensi ini meningkat pada tahun 2010 (Kemenkes, 2010), yakni menurut riskesdas (2010), prevalensi obesitas umum pada penduduk dewasa (>18tahun) adalah 21,7% (10,0% BB lebih dan 11,7% Obese).

Obesitas tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga pada masalah sosial dan ekonomi. Resiko kesehatan fisik yang dipengaruhiu obesitas misalnya hipertensi, diabetes, jantung, dll. Kegemukan meningkatkan berbagai risiko gangguan fisik dan mental. Komorbiditas ini paling sering terlihat pada sindrom metabolik, yang merupakan kombinasi gangguan medis berupa: diabetes melitus tipe 2, tekanan darah tinggi, kolesterol darah tinggi, dan kadar trigliserida tinggi.

Dalam rangka mendukung Gentas (Gerakan Nusantara Tekan Angka Obesitas), PT. Krakatau Medika sebagai institusi yang bergerak dibidang kesehatan dimulai bulan Januari 2020 mengajak dan menggerakkan seluruh karyawannya untuk bersama sama mengikuti program menurunkan obesitas. Program yang dilaksanakan adalah melalui pengaturan pola makan dan meningkatkan aktifitas fisik berupa olah raga. Olahraga yang dilakukan antara lain adalah senam pagi dan lari pagi yang dilaksanakan sebelum melaksanakan aktifitas pekerjaan. Pada periode tertentu hasilnya dimonitor dan setiap karyawan diberikan masukan perihal program yang sedang dilaksanakannya. Program ini akan diakhiri pada bulan April 2020 dan hasilnya akan diumumkan pada saat Ulang Tahun PT. Krakatau Medika; berdasarkan rankinfg karyawan yang paling berhasil menjalankan program akan diberikan penghargaan.

 


Baca Juga :