Infeksi Saluran Kemih (ISK)

infeksi-saluran-kemih

Infeksi saluran kemih (ISK) adalah infeksi bakteri atyau mikroba yang terjadi pada saluran kemih (mencakup organ-organ saluran kemih, yaitu ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra). ISK adalah istilah umum yang  menunjukkan keberadaan mikroorganisme dalam urin.

Pengertian

Infeksi saluran kemih (ISK) adalah suatu keadaan dimana kuman atau mikroba tumbuh dan berkembang biak dalam saluran kemih dalam jumlah bermakna dan menyebabkan infeksi. ISK merupakan penyakit dengan kondisi dimana terdapat mikroorganisme dalam urin yang jumlahnya sangat banyak dan mampu menimbulkan infeksi pada saluran kemih. ISK adalah keadaan adanya infeksi yang ditandai dengan pertumbuhan dan perkembangbiakan bakteri dalam saluran kemih, meliputi infeksi parenkim ginjal sampai kandung kemih dengan jumlah bakteriuria yang bermakna.

Bakteriuria bermakna adanya bakteri dalam urin, yang berasal dari saluran kemih, menunjukkan pertumbuhan mikroorganisme lebih dari 10 colony forming units (cfu/ml) pada biakan urin. Mikroorganisme bisa mencapai saluran kemih dengan penyebaran secara hematogen atau limfatik, tetapi terdapat banyak bukti klinis dan eksperimental yang menunjukkan bahwa naiknya mikroorganisme dari uretra adalah jalur yang paling umum mengarah pada ISK, khususnya organisme yang berasal dari enterik (misal., E. coli dan Enterobacteriaceae lain).

Untuk mendeteksi kepastian adanya bakteri pada urin maka dilakukan screening bakteriuria. Screening bakteriuria ini merupakan diagnosa yang dapat digunakan untuk menegakkan kasus ISK, yaitu ISK dikatakan positif apabila didapatkan bakteri sejumlah >10 bakteri/ml urin. Pemeriksaan laboratorium juga sangat penting untuk menegakkan diagnosa terjangkitnya penyakit infeksi saluran kemih. Dua parameter yang penting dalam penyakit ISK antara lain adalah leukosit dan bakteri dan bakteri dalam urin

Jenis ISK

Infeksi Saluran Kemih (ISK) diklasifikasikan menjadi dua macam yaitu:  
Istilah ISK Uncomplicated; adalah infeksi saluran kemih pada pasien tanpa disertai kelainan anatomi maupun kelainan struktur saluran kemih.

Istilah ISK Complicated; adalah infeksi saluran kemih yang terjadi pada pasien yang menderita kelainan anatomik atau struktur saluran kemih, atau adanya penyakit sistemik kelainan ini akan menyulitkan pemberantasan kuman oleh antibiotika

Klasifikasi berdasarkan Infeksi sesuai dengan Level Anatomis; gejala-gejala yang dikelompokkan berdasarkan infeksi level anatomis, adalah :

  • Uretra: Uretritis (UR)
  • Kandung kencing : Sistitis (CY)
  • Ginjal : Pyelonefritis (PN)
  • Darah/sistemik: Sepsis (US)

Gejala

Infeksi saluran kemih dapat diketahui dengan beberapa gejala seperti demam, susah buang air kecil, nyeri setelah buang air besar (disuria terminal), sering buang air kecil, kadang-kadang merasa panas ketika berkemih, nyeri pinggang dan nyeri suprapubik

Gejala klasik : Demam dan menggigil yang terjadi tiba-tiba dan nyeri pinggang. Sering disertai gejala sistitis berupa frequency (sering kencing tapi tidak disertai peningkatan volum harian), nocturia, dysuria (nyeri saat kencing), dan urgency (sukar menahan kencing). Kadang-kadang menyerupai gejala gastrointestinal berupa mual, muntah,
diare atau nyeri perut. Sebanyak 75% penderita pernah mengalami riwayat ISK bagian bawah.

Gejala Uncomplicated : Gejala iritatif berupa disuria, frekuensi, urgensi, berkemih dengan jumlah urin yang
sedikit, dan kadang disertai nyeri supra pubis. Sistitis ditandai dengan adanya leukosituria, bakteriuria, nitrit, atau leukosit esterase positif pada urinalisis. Bila dilakukan pemeriksaan kultur urin positif.

Gejala Complicated : Suatu ISK Complicated diikuti dengan gejala klinis seperti dysuria, urgensi, frekuensi, nyeri kolik, nyeri sudut kostoverteba, nyeri suprapubik dan demam.

Faktor Risiko

Penyebab ISK yang paling umum adalah bakteri gram negative. Escherichia coli adalah penyebab terbanyak yang diikuti dengan Klebsiella, Proteus, Pseudomonas, spesies Enterobacter, dan Serratia marcescens.

Beberapa faktor risiko :

  1. Ketidakmampuan atau kegagalan kandung kemih untuk mengosongkan isinya secara sempurna
  2. Penurunan daya tahan tubuh
  3. Peralatan yang dipasang pada saluran perkemihan seperti kateter dan prosedur sistoskopi

Faktor Risiko Uncomplicated
Pada wanita faktor risiko terjadinya sistitis berbeda pada usia muda dan usia tua. Pada wanita usia muda dan premenopause faktor risikonya berupa hubungan seksual, penggunaan spermatisida, partner seksual baru, ibu dengan riwayat ISK, riwayat ISK pada masa kanak-kanak.

Sedangkan pada wanita tua dan post menopause faktor risiko terjadinya sistitis adalah riwayat ISK sebelum menopause, inkontinensia, vaginitis atrofi karena defisiensi estrogen, sistokel, peningkatan volume urin pasca berkemih, golongan darah, kateterisasi dan status fungsional yang memburuk pada wanita tua di rumah jompo. Pada pria, angka kejadiannya hanya sedikit dan paling sering terjadi pada usia 15-50 tahun.

Faktor Risiko Complicated :

  •  Penggunaan kateter, splint, stent, atau kateterisasi kandung kemih berkala
  •  Residual urin >100ml
  •  Obstruksi saluran kemih atas maupun bawah
  •  Refluks vesikoureteral
  •  Diversi saluran kemih
  •  Kerusakan urotelium karena kimia ataupun radiasi
  •  ISK yang terjadi saat peri-/post- tindakan, contoh transplantasi ginjal

Pencegahan

  1. Perbanyak minum air putih.
  2. Tidak menahan keinginan untuk buang air kecil.
  3. Bersihkan segera alat vital setelah melakukan hubungan intim

Pengobatan

Terapi dapat diawali dengan pertimbangan faktor pasien, faktor mikrobiologis dan data hasil klinis. Jenis Uncomplicated pada dewasa pengobatan antibiotika secara empiris yang direkomendasikan selama 3 hari. Sedangkan ISK Complicated penatalaksanaan tergantung dari keparahan gejala klinis. Perawatan empiris dari ISK Complicated membutuhkan suatu pengetahuan tentang patogen penyebab dan pola resistensi antibiotik lokal, serta tingkat keparahan dari abnormalitas saluran kemih (termasuk evaluasi fungsi renal).

Penggunaan antibiotik yang tepat didasarkan pada pemahaman dari banyak aspek penyakit infeksi; pertahanan tubuh pasien, identitas, virulensi dan kepekaan mikroorganisme, farmakokinetika dan farmakodinamika dari antibiotik perlu diperhatikan.

Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menyebabkan terjadinya resistensi; bakteri berubah dalam satu atau lain hal yang menyebabkan turun atau hilangnya efektivitas obat, senyawa kimia atau bahan lainnya yang digunakan untuk mencegah atau mengobati infeksi. Bakteri yang mampu bertahan hidup dan berkembang biak, menimbulkan lebih banyak bahaya.

Lama pemberian antibiotika sangat dipengaruhi oleh :

  1. Virulensi jenis kuman.
  2. Infeksi superfisial atau jaringan yg lebih dalam.
  3. Infeksi saluran atas (ginjal) atau bawah (kandung kencing).
  4. Ada tidaknya kalainan anatomi maupun fungsional saluran kemih.

Efektifitas pengobatan sangat tergantung pada pola pengobatan yang rasional atau tidak rasional; pengobatan yang rasional berdasarkan indikator WHO adalah pemilihan terapi berdasarkan pertimbangan efikasi, safety, suitability dan cost. Pengobatan dengan menggunakan antibioik harus rasiona dan bijak.


Referensi :

  1. Guideline Penatalaksanaan Infeksi Saluran Kemih dan Genitalia Pria 2015; Ikatan Ahli Urologi Indonesia (IAUI).
  2. Infeksi saluran Kemih, IPD FK UISA; Semarang
  3. Berbagai sumber lain tentang ISK.