DBD Demam Berdarah Dengue, Gejala, Penyebab dan Pencegahannya

nyamuk-dbd

Penyakit DBD disebabkan oleh virus dengue yang masuk ke dalam tubuh melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus betina. Biasanya juga terjadi penularan trans seksual dari nyamuk jantan ke nyamuk betina melalui perkawinan serta penularan trans ovarial dari induk nyamuk ke keturunannya.

Virus Dengue ditemukan di daerah tropik dan sub tropik kebanyakan di wilayah perkotaan dan pinggiran kota. Untuk Indonesia dengan iklim tropis yang sangat cocok untuk pertumbuhan hewan ataupun tumbuhan serta baik bagi tempat berkembangnya beragam penyakit, terutama penyakit yang dibawa oleh vektor, yakni organisme penyebar agen patogen dari inang ke inang, seperti nyamuk yang banyak menularkan penyakit.

Antivirus atau obat untuk membunuh Virus Dengue hingga saat ini belum ditemukan dan vaksin untuk mencegah DBD masih dalam tahap ujicoba, maka cara yang dapat dilakukan sampai saat ini adalah dengan memberantas nyamuk penular (vektor).

Gejala
Demam Akut, Nyeri Otiot dan Sendi, Ruam Merah di Kulit, menurunnya Jumlah Trombhosit. Gejala umum yang akan muncul seperti ditandai dengan  demam  mendadak,  sakit kepala, nyeri belakang bola mata, mual dan manifestasi perdarahan seperti mimisan atau gusi berdarah serta adanya kemerahan di bagian permukaan tubuh pada penderita.  

Fase Infeksi ( Hari ke 1 sampai 3)
Fase ini merupakan Tahap Awal Infeksi Virus dengue, pada tahap ini penyakit DBD masih sulit dikenali karena gejalanya mirip dengan penyakit tifus atau influenza, seperti panas muntah nyeri sendi dan sakit kepala.

Fase Kritis ( Hari ke 4 sampai 5)
Fase ini disebut juga Tahap Kritis Umumnya Penderita mulai merasa tanda tanda kesembuhan, seperti suhu tubuh yang turun, namun pada saat yang sama timbul ruam kulit dan perdarahan.

Fase Penyembuhan ( Hari ke 6 sampai 7)
Jika ditangani dengan baik , pada fase ini kondisi penderita DBD sudah mulai membaik . Suhu tubuh akan kembali normal bahkan sedikit hangat dan berkeringat , nafsu makan mulai timbul dan badan mulai terasa segar.

Keberadaan fase tersebut dikenal dengan istilah grafik temperatur Pelana Kuda; untuk mengingatkan bahwa setelah fase pertama masuk ke fase kedua; nampak seperti pulih dan kesmbuhan, dan kondisi ini sering mengecoh bahwa sebenarnya adalah fase kritis; yang jika lengah bisa menyebabkan kematian.

 

pelana-kuda

Penanganan Awal :
Kompress, Minum Air Banyak, Berikan Obat Penurun Panas, Jika terdapat tanda tanda DBD segera dibawa ke Faskes terdekat.

Kondisi Tanda Bahaya Penderita DBD yang harus diwaspadai adalah :
Tidak ada perbaikan setelah suhu turun, menolak makan dan minum, terjadi perdarahan, wajah pucat, tangan dan kaki menjadi dingin, lemah, lesu selalu ingin tidur, tidak buang air kecil lebih dari 4-6 jam, muntah terus menerus.

Pencegahan
Pencegahan dilakukan dengan cara memberantas vektor untuk memutus rantai penularan; yaitu :
Melakukan program 3Ml; melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) :

  • Menutup dan Menguras tempat penampungan air setiap minggu agar bebas dari jentik nyamuk.
  • Mengubur, membakar dan membuang kaleng bekas, botol bekas, tempurung dan sampah lain sehingga tidak menjadi tempat perindukan nyamuk Aedes Aegypti

PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) DBD; dilakukan juga dengan cara 3M-Plus, kemudian Plus yang dimaksud yaitu :

  • Memelihara ikan cupang, pemakanjentik nyamuk.
  • Menaburkan bubuk abate pada kolam atau bak tempat penampungan air, setidaknya 2 bulan sekali. Takaran pemberian bubuk abate yaitu 1 gram abate/ IO liter air. Tidak hanya abate, kita juga bisa menambahkan zat lainnya yaitu altosoid pada tempat penampungan air dengan takara 2,5 gram/ 100 liter air. Abate dan altosoid bisa didapatkan di puskesmas, apotik atau toko bahan kimia.
  • Menggunakan obat nyamuk, baik obat nyamuk bakar, semprot atau elektrik.
  • Menggunakan krim pencegah gigitan nyamuk.
  • Melakukan pemasangan kawat kasa di lubang jendela/ventilasi untuk mengurangi akses masuk nyamuk ke dalam rumah.
  • Tidak membiasakan atau menghindari menggantung pakaian baik pakaian baru atau bekas di dalam rumah yang bias menjadi tempat istirahat nyamuk.
  • Sangat dianjurkan untuk memasang kelambu di tempat tidur.

Dan perlu juga merapihkan halaman dan jangan biarkan semak semak di halaman tdk terurus, bersihkan selokan agar air dapat mengalir dengan lancar, tidak membiarkan kain baju baju tergantung, melakukan penyemprotan (fogging) nyamuk bila diperlukan.

 


Baca Juga :