Mengenal Hepatitis, dan Pencegahannya

hepatitis-imunisasi

Hepatitis artinya adanya peradangan pada hati. Ini dapat disebabkan oleh virus-virus hepatitis A, B, C, D, E dan G, alkohol, beberapa bahan kimia dan narkoba. Istilah “Hepatitis” kemudian digunakan untuk semua jenis peradangan pada sel-sel hati, yang bisa disebabkan oleh infeksi (virus, bakteri. Parasit), obat obatan (termasuk obat tradisional), konsumsi alkohol, lemak yang berlebih dan penyakit autoimmune.

Ada 6 jenis Hepatitis Virus yaitu Hepatitis A, B, C, D, E, dan G. Antara Hepatitis yang satu dengan yang lain tidak saling berhubungan.

Hepatitis A :

  • Penyebabnya adalah Virus Hepatitits A, danmerupakan penyekit endemis di beberapa negara berkembang termasuk indonesia.. Selain merupakan Hepatitis yang ringan, bersifat akut, sembuh spontan/ sempurna tanpa gejala sisa dan tidak menyebabkan infeksi kronik.
  • Penularannya melalui fecal oral. Sumber penularan umumnya terjadi karena pencemaran air minum, makanan yang tidak dimasak dengan baik, makanan yang tercemar, sanitasi yang buruk,dan personal hygiene yang rendah.
  • Diagnosis ditegakkan dengan ditemukannya IgM antobodi dalam serum penderita.
  • Gejalanya bersifat akut, tidak khas bisaberupa demam, sakit kepala, mual dan muntah sampai ikterus,bahkan dapat menyebabkan pembengkakan hati.
  • Tidak ada pengoabatan khusus hanya pengobatan pendukung dan menjaga keseimbangan nutrisi.
  • Pencegahannya melalui kebersihan lingkungan, terutama terhadap makanan dan minuman dan melakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)..


Hepatitis B Akut :

  • Etiologinya Virus Hepatitis B dari golongan Virus DNA.
  • Masa inkubasi 60-90 hari.
  • Penularannya vertikal 95% terjadi masa perinatal (saat persalinan) dan 5% intra uterina. Penularan horisontal melalui transfusi darah, jarumsuntik yang tercemar, pisau cukur,tatoo,transplantasi organ.
  • Gejala tidak khas seperti rasa lesu, nafsu makan berkurang, demam ringan, nyeri abdomen sebelah kanan, dapat timbul ikterus, air kencing warna teh.
  • Diagnosis ditegakkan dengan test fungsi hati serum transaminase (ALT meningkat), serologi HBsAg dan igM anti HBC dalam serum.
  • Pengobatan tidak diperlukan antiviral, pengobatan umumnya bersifat simtomatis.
  • Pencegahannya : Imunisasi dan menghindari faktor risiko yang menyebabkan terjadinya penularan.
     

Hepatitis B Kronik :

  • Hepatitis B Kronik berkembang dari Hepatitis B Akut.
  • Usia saat terjadinya infeksi mempengaruhi kronisitas penyakit. Bila penularan terjadi saat bayi maka 95% akanmenjadi Hepatitis B Kronik.Sedangkan bila penularan terjadi padausia Balitamaka 20-30% menjadi Hepatitis B Kronik,dan bila penularannya pada saat usia dewasa hanya 5% menjadi  Hepatitis B Kronik.
  • Hepatitis B Kronik ditandai dengan HBsAg (Hepatitis B Surface Antigen) positif (>6 Bulan). Selain HBsAg,perlu diperiksa juga HBeAg (Hepatitis B E-Antigen, anti HBe dalam serum, kadar ALT (Alanin Amino Transferase) HBV DNA), serta biopsi hati.
  • Hepatitis B Kronik biasanya tidak ada gejala.
  • Sedangkan untuk pengobatannya, saat ini telah tersedia 7 (tujuh) macam obat untuk Hepatitis B yaitu : Interferon Alfa-2a, Peginterferon Alfa-2a, Lamivudin, Adefovir, Entercavir, Telbivudin, dan Tenofovir.
  • Prinsip pengobatan tidak perlu terburu buru tetapi jangan terlambat.
  • Adapun tujuanpengobatan adalah memperpanjang harapan hidup, menurunkan kemungkinan terjadinya hepatis atau hepatoma,

Hepatitis C :

  • Penyebab utamanya adalah sirosis dan kanker hati.
  • Etiologi virus Hepatitis C termasuk golongan virus RNA (Ribo Nucleic Acid).
  • Masa inkubasi 2-34 minggu.
  • Penularan Hepatitis C melalui darah dan cairan tubuh, penuaran masa perinatal sangat kecil, melalui jarus suntik (IDUS, tatto), transplantasi organ, kecelakaan kerja (petugas kesehatan), hubungan seks namun kemungkinannya sangat kecil.
  •  Kronisitasnya 80 % penderita akan menjadi kronik.
  • Pengobatan Hepatitis C, kombinasi pegylated interferon dan ribavirin.
  • Pencegahan Hepatitis C dengan menghindari faktor risiko karena sampai saat ini belum tersedia vaksin Hepatitis C.


Hepatitis D :

  • Virus Hepatitis D paling jarang ditemukan tetapi paling berbahaya.
  • Hepatitis D, juga disebut virus delta, virus ini memerlukan virus Hepatitis B untuk berkembang biak sehingga hanya ditemukan pada orang yang telah terinfeksi virus Hepatitis B.
  • Tidak vaksin khusus, tetapi otomatis orang akan terlindungi jika telah diberikan imunisasi Hepatitis B.

Hepatitits E :

  • Dahulu dikenal sebagai Hepatitis Non A-Non B.
  • Etiologi virus Hepatitis E termasuk virus RNA.
  • Masa inkubasi 2-9 minggu.
  • Penularan melalui fecal oral seperti Hepatitis A.
  • Diagnosis dengan didapatkannya IgM dan IgG antiHEV pada penderita yang terinfeksi.
  • Gejalanya ringan menyerupai flu, sampai ikterus.
  • Pengobatannya belum ada pengobatan antivirusnya.
  • Pencegahannya dengan menjaga kebersihan lingkungan, terutama keberihan makanan dan minuman.
  • Vaksinasi Hepatitis E belumtersedia.


Hepatitis G :
Virus Hepatitis G (HGV, yang juga disebut GBV-C) baru-baru ini ditemukan dan menyerupai hepatitis C. Namun, virus hepatitis G berupa flaviviruses (jenis virus). Saat ini, virus hepatitis G dan dampaknya sedang diselidiki lebih lanjut. Angka infeksi pada kelompok penyalahgunan obat melalui suntikan (intravenous drug abuse), pekerja seks komersial (PSK), tenaga medis, pasien cuci darah (hemodialisis) rutin, pasien hemofilia/ thalasemia serta dari ibu ke janin tampak lebih tinggi karena penularan HVG dapat terjadi melalui kontak seksual, parenteral maupun via plasenta.

 


Baca Juga :

 

Pin It

Cetak   E-mail