Lindungi Ibu Hamil dari Covid-19

ibu-hamil

Dalam situasi Pandemi COVID-19 ini, banyak pembatasan hampir ke semua layanan rutin termasuk pelayanan kesehatan maternal dan neonatal.  Seperti ibu hamil menjadi enggan ke puskesmas atau fasiltas pelayanan kesehatan lainnya karena takut tertular, adanya anjuran menunda pemeriksaan kehamilandan kelas ibu hamil, serta adanya ketidaksiapan layanan dari segi tenaga dan sarana prasarana termasuk Alat Pelindung Diri.

Kemudian, karena adanya perubahan pada tubuh dan sistem imunitas ibu hamil, mereka dapat mengalami dampak yang cukup parah karena beberapa penyakit infeksi saluran pernapasan. Sehingga penting bagi ibu hamil untuk melakukan langkah pencegahan demi melindungi diri mereka dari COVID-19, dan melaporkan gejala yang mungkin timbul (termasuk demam, batuk, atau kesulitan bernapas) ke penyedia layanan kesehatan.

Prinsip-prinsip pencegahan COVID-19 pada ibu hamil, bersalin, nifas dan bayi baru lahir di masyarakat meliputiuniversal precautiondengan selalu cuci tangan memakai sabun selama 20 detik atau hand sanitizer, pemakaian alat pelindung diri, menjaga kondisi tubuh dengan rajin olah raga dan istirahat cukup, makan dengan gizi yang seimbang, dan mempraktikan etika batuk-bersin.

  1. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sedikitnya selama 20 detik(cara cuci tangan yang benar pada buku KIA). Gunakan hand sanitizerberbasis alkohol yang setidaknya mengandung alkohol 70%, jika air dan sabun tidak tersedia.Cuci tangan terutama setelah Buang Air Besar (BAB) dan Buang Air Kecil (BAK), dansebelum makan (baca Buku KIA).
  2. Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan yang belum dicuci.
  3. Sebisa mungkin hindari kontak dengan orang yang sedang sakit.
  4. Saat sakit tetap gunakan masker, tetap tinggal di rumah atau segera ke fasilitas kesehatan yang sesuai, jangan banyak beraktivitas di luar.
  5. Tutupi mulut dan hidung saat batuk atau bersin dengan tissue. Buang tissue pada tempat yang telah ditentukan. Bila tidak ada tissue,lakukan batuk sesuai etika batuk.
  6. Bersihkan dan lakukan disinfeksi secara rutin permukaan dan benda yang sering disentuh.
  7. Menggunakan masker adalah salah satu cara pencegahan penularan penyakit saluran napas, termasuk infeksi COVID-19. Akan tetapi penggunaan masker sajamasih kurang cukup untuk melindungi seseorang dari infeksi ini, karenanya harus disertai dengan usaha pencegahan lain. Pengunaan masker harus dikombinasikan dengan hand hygienedan usaha-usaha pencegahan lainnya.
  8. Penggunaan masker yang salah dapat mengurangi keefektivitasannya dan dapat membuat orang awam mengabaikan pentingnya usaha pencegahan lain yang sama pentingnya seperti hand hygienedan perilaku hidup sehat.
  9. Masker medis digunakan untuk ibu yang sakit dan ibu saat persalinan. Sedangkan masker kain dapat digunakan bagi ibu yang sehat dan keluarganya.
  10. Cara penggunaan masker yang efektif :
    Pakai masker secara seksama untuk menutupi mulut dan hidung, kemudian eratkan dengan baik untuk meminimalisasi celah antara masker dan wajah, Saat digunakan, hindari menyentuh masker; Lepas masker dengan teknik yang benar (misalnya:jangan menyentuh bagian depan masker, tapi lepas dari belakang dan bagian dalam); Setelah dilepas jika tidak sengaja menyentuh masker yang telah digunakan,segera cuci tangan; Gunakan masker baru yang bersih dan kering, segera ganti masker jika masker yang digunakan terasa mulai lembab; Jangan pakai ulang masker yang telah dipakai; Buang segera masker sekali pakai dan lakukan pengolahan sampah medis sesuai SOP.
  11. Gunakan masker kain apabila dalam kondisi sehat. Masker kain yang direkomendasikan oleh Gugus Tugas COVID-19 adalah masker kain 3 lapis.
    Menurut hasil penelitian, masker kain dapat menangkal virus hingga 70%. Disarankan penggunaan masker kain tidak lebih dari 4 jam. Setelahnya,masker harus dicuci menggunakan sabun dan air, dan dipastikan bersih sebelum dipakaikembali.
  12. Keluarga yang menemani ibu hamil, bersalin dan nifas harus menggunakan masker dan menjaga jarak.
  13. Menghindari kontak dengan hewan seperti: kelelawar, tikus, musang atau hewan lain pembawa COVID-19 serta tidak pergi ke pasar hewan.
  14. Bilaterdapat gejala COVID-19,diharapkan untuk menghubungi telepon layanan darurat yang tersedia untuk dilakukan penjemputan di tempat sesuai SOP, atau langsung ke RS rujukan untuk mengatasi penyakit ini.
  15. Hindari pergi ke negara/daerahterjangkit COVID-19, bila sangat mendesak untuk pergi diharapkan konsultasi dahulu dengan spesialis obstetri atau praktisi kesehatan terkait.
  16. Rajin mencari informasi yang tepat dan benar mengenai COVID-19 di media sosial terpercaya.

Segera mencari pertolongan medis jika demam, batuk, atau kesulitan bernapas. Hubungi via telepon sebelum pergi ke fasilitas pelayanan kesehatan, dan ikuti arahan dari dinas kesehatan setempat.

Tidak perlu harus takut ke rumahsakit; misalnya Krakatau Medika telah melaksanakan Prosedur Safe & Secure dalam setiap pelayanannya.

Rekomendasi WHO terkait dengan Ibu hamil semasa Pandemi Covid-19; antara lain :

  1. Tinggallah di rumah dan hindari bertemu orang luar.
  2. Cuci tangan Anda dengan air sabun atau gunakan antiseptik berbahan dasar alkohol.
  3. Mempersiapkan pengiriman dan membuat pengaturan untuk mencapai rumah sakit.
  4. Lebih aman melahirkan di rumah sakit.
  5. Lebih aman melahirkan di rumah sakit, bahkan selama Covid-19 Pandemi.
  6. Waspada selalu tanda peringatan kehamilan.
  7. Lanjutkan mengunjungi bidan untuk pemeriksaan rutin.
  8. Segera hubungi dokter jika terjadi gejala seperti nyeri di perut, keluarnya cairan encer dan sakit kepala parah dalam kasus darurat kunjungi rumah sakit terdekat.

Referensi :

1. WHO; Pertanyaan dan jawaban terkait COVID-19 untuk masa kehamilan, persalinan, dan menyusui.
2. Kementerian Kesehatan RI; Pedoman Bag Ibu Hamil, Bersalin, Nifas, dan Bayi Baru Lahir.


Baca Juga :

  1. Penyakit Menular, Jenis dan Penanggulangannya
  2. Tips Agar Tetap Sehat di Masa Pandemi COVID-19

Cetak   E-mail