Peranan Pola Makan terhadap Risiko Penyakit Jantung

makanan-sehat

Dalam upaya mengurangi risiko dan menunjang proses penyembuhan penyakit degeneratif termasuk penyakit jantung dan pembuluh darah, peranan pola makan sehat dan gizi seimbang sangat penting untuk dipahami dan diterapkan.

Pengaturan pola makan dilakukan dengan mengikuti Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS), sebagai berikut:

a.  Konsumsi makanan beraneka ragam
Makan makanan beranekaragam  sangat bermanfaat bagi kesehatan, karena tidak ada satu jenis makanan yang  mengandung semua zat gizi yang dibutuhkan seseorang untuk tumbuh kembang menjadi sehat dan   produktif. Makanan   anekaragam   menjamin   terpenuhinya kecukupan sumber "zat tenaga", "zat pembangun", dan "zat pengatur".

Makanan sumber zat tenaga seperti beras, jagung, gandum, roti, dan ubi, menghasilkan energi untuk aktivitas sehari-hari. Makanan sumber zat pembangun  berperan  sangat penting  untuk pertumbuhan  dan perkembangan kecerdasan seseorang, berasal dari bahan makanan nabati, seperti kacang-kacangan, tempe, dan tahu. Sedangkan yang berasal dari hewan adalah ikan, ayam, susu serta hasil olahannya. Makanan  sumber zat  pengatur adalah  semua  sayur-sayuran  dan buah-buahan.   Makanan   ini   mengandung   berbagai   vitamin   dan mineral, yang berperan untuk melancarkan bekerjanya fungsi organ tubuh.

Keanekaragaman   makanan   dalam   hidangan   sehari-hari   yang dikonsumsi  minimal  harus berasal dari setiap satu jenis makanan sumber zat tenaga, zat pembangun dan zat pengatur. Prinsip idealnya setiap kali makan, hidangan tersebut terdiri dari 4 kelompok makanan (makanan pokok, lauk pauk, sayur, dan bush). Dengan mengkonsumsi makanan beranekaragam termasuk sumber makanan berserat cukup (25 gram/hari), seperti padi-padian, kacang-kacangan, sayur dan buah-buahan dapat mencegah atau memperkecil terjadinya penyakit degeneratif seperti penyakit jantung dan pembuluh darah.

b.  Konsumsi makanan sesuai kebutuhan tubuh
Makan makanan untuk memenuhi kecukupan energi. Konsumsi energi yang  melebihi  mengakibatkan  kenaikan  berat badan,  energi yang berlebih  disimpan  dalam  bentuk  lemak  dan  jaringan  tubuh  lain. Apabila keadaan ini berlanjut akan menyebabkan obesitas disertai berbagi  gangguan  kesehatan  seperti  hipertensi,  diabetes  melitus, penyakit jantung,  dan  lain-lain.  Kecukupan  masukan  energi  bagi seseorang  ditandai  oleh  berat  badan  yang  normal.  Berat  badan merupakan petunjuk yang baik untuk mengetahui keadaan gizi dan kesehatan  karena  itu  lakukan  penimbangan  berat  badan  secara teratur.

Makan makanan sumber karbohidrat setengah dari kebutuhan energi. Sumber karbohidrat komplek  adalah padi-padian, ubi,   jagung, singkong, sagu, dan lain-lain. Batasi sumber karbohidrat sederhana seperti  gula sampai  dengan 3-4 sendok makan  per hari, karena konsumsi gula yang berlebih akan menyebabkan konsumsi energi yang  berlebih  dan  disimpan  dalam jaringan  tubuh  sebagi  lemak, akumulasi dalam waktu lama mengakibatkan obesitas.

c. Batasi konsumsi lemak dan minyak
Batasi konsumsi lemak dan minyak sampai seperempat dari kecukupan energi Lemak dan minyak yang terdapat  di dalam makanan berguna untuk meningkatkan jumlah energi, membantu penyerapan vitamin-vitamin A, D, E, dan K, serta menambah lezatnya hidangan.

Ditinjau  dari  kemudahan  proses  pencernaan,  lemak  terbagi  tiga golongan,  yaitu  lemak yang  mengandung  asam  lemak tak jenuh ganda yang paling mudah dicerna, lemak yang mengandung asam lemak tak jenuh  tunggal  yang  mudah  dicerna,  dan  lemak yang mengandung asam lemak jenuh yang sulit dicerna.

Makanan yang mengandung asam lemak tak jenuh ganda dan tak jenuh tunggal umumnya berasal dari makanan nabati, kecuali minyak kelapa . makanan sumber asam lemak jenuh umumnya berasal dari hewan.   Mengkonsumsi   lemak  hewani   secara  berlebihan  dapat menyebabkan  penyempitan  pembuluh  darah  arteri  dan  penyakit jantung koroner. Namun membiasakan makan ikan dapat mengurangi risiko  menderita  penyakit  jantung   koroner,   karena  lemak  ikan mengandung asam lemak omega-3. Asam lemak omega-3 berperan mencegah terjadinya penyumbatan  lemak pada dinding  pembuluh darah.

d.  Konsumsi makanan rendah garam dan tinggi kalium
Dianjurkan untuk mengkonsumsi garam tidak lebih dari 6 gram (1 sendok teh) per hari. Konsumsi natrium yang berlebih terutama yang berasal dari garam dan sumber lain, seperti produk susu dan bahan makanan yang diawetkan dengan garam merupakan pemicu timbulnya penyakit tekanan darah tinggi yang merupakan risiko untuk penyakit jantung.

Berbeda halnya dengan natrium, kalium     (potassium) merupakan ion utama di dalam cairan intraseluler. Cara kerja kalium adalah kebalikan dari  natrium.  Konsumsi  kalium  yang  banyak  akan  meningkatkan konsentrasinya di dalam cairan intraseluler,  sehingga  cenderung menarik cairan dari bagian ekstraseluler dan menurunkan tekanan darah.

Dengan demikian, konsumsi natrium perlu diimbangi dengan kalium. Rasio  konsumsi  natrium  dan  kalium  yang  dianjurkan  adalah 1:1. Sumber kalium yang baik adalah buah-buahan, seperti pisang, jeruk, dan  lain-lain.  Secara alami,  banyak bahan pangan yang  memiliki kandungan kalium dengan rasio lebih tinggi dibandingkan dengan natrium.  Rasio  tersebut  kemudian  menjadi terbalik akibat  proses pengolahan   yang   banyak   menambahkan   garam   ke   dalamnya menyebabkan  tingginya  kadar natrium di dalam bahan, sehingga cenderung menaikkan tekanan darah.

Selain  itu  hindari  kebiasaan  minum  minuman  beralkohol,  karena minuman beralkohol dapat menghambat proses penyerapan zat gizi dan menghilangkan zat-zat gizi  dari makanan yang dikonsumsi yang penting bagi tubuh, sehingga menyebabkan peminum alkohol dapat menderita  kurang  gizi.  Selain  itu  itu juga  menyebabkan  penyakit gangguan hati, kerusakan saraf otak dan jaringan di dalam tubuh.

Referensi :
Permenkes No 854/MENKES/SK/IX/2009 tentang Pedoman Pengendalian Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah


Baca Juga :

  1. Perkembangan Anak pada Usia 6-12 Bulan
  2. Kanker Prostat, Gejala, Penyebab dan Pencegahannya