Artikel

Diabetes, Penyebab dan Pencegahannya

diabetes-pencegahan

Diabetes Melitus (DM) atau disebut diabetes saja merupakan penyakit gangguan metabolik menahun akibat pankreas tidak memproduksi cukup insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi secara efektif.

Insulin adalah hormon yang mengatur keseimbangan kadar gula darah. Akibatnya terjadi peningkatan konsentrasi glukosa di dalam darah (hiperglikemia). Terdapat dua kategori utama diabetes melitus yaitu diabetes tipe 1 dan tipe 2.

Diabetes Melitus tipe 1 adalah penyakit gangguan metabolik yang ditandai oleh kenaikan kadar gula darah akibat destruksi (kerusakan) sel beta pankreas (kelenjar ludah perut) karena suatu sebab tertentu yang menyebabkan produksi insulin tidak ada sama sekali sehingga penderita sangat memerlukan tambahan insulin dari luar.

Diabetes Melitus tipe 2 adalah penyakit gangguan metabolik yang ditandai oleh kenaikan kadar gula darah akibat penurunan sekresi insulin oleh sel beta pankreas dan atau fungsi insulin (resistensi insulin).

Kriteria

Menurut WHO (Wolrd Health Organization) dan ADA (American Diabetes Association); diagnosis Diabetes adalah sbb :
Glukosa (Plasma Darah) < 140 mg/dL adalah Tidak Diabetes
Glukosa (Plasma Darah) > 140 mg/dL s/d < 200 mg/dL adalah TGT (Tolerasi Glukosa Terganggu)
Glukosa (Plasma Darah) > 200 mg/dL adalah Diabetes

Gejala

Beberapa pasien diabetes melitus mungkin mengalami gejala-gejala berikut dalam tahap awal penyakit ini: sering merasa haus, sering buang air kecil, sering merasa lapar, penurunan berat badan, kelelahan, penglihatan yang kabur, tingkat penyembuhan luka yang lambat, rasa gatal pada kulit.

Jika diabetes melitus tidak dikendalikan secara memadai dan kadar glukosa tetap tinggi dalam jangka waktu yang lama, pembuluh darah dan sistem saraf bisa dengan mudah terganggu, yang mengakibatkan kerusakan organ dalam jangka waktu yang lama hingga mengakibatkan kegagalan organ. Berbagai penyakit, sindrom dan simtoma dapat terpicu oleh diabetes melitus, antara lain: alzheimer, ataxia-telangiectasia, sindrom down, penyakit huntington, kelainan mitokondria, distrofi miotonis, penyakit parkinson, sindrom Prader-Willi, sindrom Werner, dll.

Diabetes juga dapat menyebabkan kerusakan pada mata (rabun dan kebutaan), pada bagian tungkai kaki mudah luka dan lama sembuhnya, bahkan pada beberapa kasus berakhir dengan amputasi.

Penyebab

Diabets merupakan salah satu Penyakit Tidak Menular (PTM); dan faktor risiko diabetes melitus bisa dikelompokkan menjadi faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi dan yang dapat dimodifikasi. Faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi adalah ras dan etnik, umur, jenis kelamin, riwayat keluarga dengan diabetes melitus, riwayat melahirkan bayi dengan berat badan lebih dari 4000 gram, dan riwayat lahir dengan berat badan lahir rendah (kurang dari 2500 gram).

Sedangkan faktor risiko yang dapat dimodifikasi erat kaitannya dengan perilaku hidup yang kurang sehat, yaitu berat badan lebih, obesitas abdominal/sentral, kurangnya aktivitas fisik, hipertensi, dislipidemia, diet tidak sehat/tidak seimbang, riwayat Toleransi Glukosa Terganggu (TG T) atau Gula Darah Puasa terganggu (GDP terganggu), dan merokok.

Diabetes Melitus Tipe 2 Disebut : penyebabnya terkait dengan faktor pola makan yang tidak sehat, obesitas, dan kurangnya olahraga. Sel-sel tubuh menjadi resisten terhadap insulin dan tidak bisa menyerap dan menggunakan dekstrosa dan kelebihan gula darah yang dihasilkan secara efektif.

Diabetes Melitus Gestasional: disebabkan oleh perubahan hormon yang dihasilkan selama kehamilan dan biasanya berkurang atau menghilang setelah melahirkan. Studi dalam beberapa tahun terakhir ini menunjukkan bahwa wanita yang pernah mengalami diabetes melitus gestasional memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi untuk mengidap penyakit diabetes melitus tipe II, sehingga wanita tersebut harus lebih memerhatikan pola makan yang sehat demi mengurangi risiko tersebut.

 

pencegahan-diabetes

 

Pencegahan

Pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan perilakuk pola makan yang seimbang; yaitu prinsip pola makan rendah lemak, rendah gula, rendah natrium, dan tinggi serat. Kemudian juga perilaku tetap menjaga aktifitas fisik dan berolahraga secara teratur dengan intensitas sedang; dianjurkan untuk berolahraga setiap hari selama 30 menit atau lebih selama setidaknya 5 hari seminggu.

Batasi konsumsi Panganan Manis, Asin, dan Berlemak atau GGL (gula, garam dan lemak) tinggi; bahkan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan nomor 30 tahun 2013 tentang Pencantuman Informasi Kandungan Gula, Garam dan Lemak serta Pesan Kesehatan untuk Pangan Olahan dan Pangan Siap Saji. Penjelasannya adalah bahwa konsumsi gula lebih dari 50 g (4 sendok makan), natrium lebih dari 2000 mg (1 sendok teh) dan lemak/minyak total lebih dari 67 g (5 sendok makan) per orang per hari akan meningkatkan risiko hipertensi, stroke, diabetes, dan serangan jantung. 

Pencegahan merujuk pada rekomendasi dari Kementerian Kesehatan adalah dengan perilaku PATUH dan CERDIK; yaitu :

     P : Periksa kesehatan secara rutin dan ikuti anjuran dokter   
     A : Atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat dan teratur
     T : Tetap diet sehat dengan gizi seimbang
     U : Upayakan beraktivitas fisik dengan aman
     H : Hindari rokok, alkohol dan zat karsinogenik lainnya


     C : Cek kondisi kesehatan secara berkala
     E : Enyahkan asap rokok
     R : Rajin aktifitas fisik
     D : Diet sehat dengan kalori seimbang
     I : Istirahat yang cukup
     K : Kendalikan stress

Beban penyakit diabetes sangatlah besar apalagi bila telah terjadi komplikasi. Upaya pengendalian diabetes menjadi tujuan yang sangat penting dalam mengendalikan dampak komplikasi yang menyebabkan beban yang sangat berat baik bagi individu maupun keluarga.

 


Baca Juga :