Kolesterol Tinggi, Gejala, Penyebab, dan Pencegahan

kolesterol-tinggi

Kolesterol adalah suatu molekul lemak di dalam sel dibagi menjadi LDL, HDL, total kolesterol dan trigliserida. Kolesterol sebenarnya merupakan salah satu komponen lemak, dan lemak merupakan salah satu zat gizi yang sangat diperlukan oleh tubuh kita disamping zat gizi lain seperti karbohidrat, protein, vitamin dan mineral.

Lemak merupakan salah satu sumber energi yang memberikan kalori paling tinggi. Disamping sebagai salah satu sumber energi, sebenarnya lemak atau khususnya kolesterol memang merupakan zat yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita terutama untuk membentuk dinding sel-sel dalam tubuh.

Kolestrol adalah lemak yang terdapat di dalam aliran darah atau sel tubuh yang sebenarnya dibutuhkan untuk pembentukan dinding sel dan sebagai bahan baku beberapa hormon. Namun apabila kadar kolestrol dalam darah berlebihan, maka bisa mengakibatkan penyakit, termasuk penyakit jantung koroner dan stroke.

Kolesterol Ideal
Kolestrol adalah suatu molekul lemak di dalam sel dibagi menjadi LDL, HDL, total kolestrol dan trigliserida. Kolestrol yang normal harus di bawah 200 mg/dl. Apabila di atas 240 mg/dl, maka Anda berisiko tinggi terkena penyakit seperti serangan jantung atau stroke.

Jenis Kolesterol
1. LDL (Low Density Lipoprotein); Koleterol Jahat
Kolestrol LDL adalah lemak yang disebut lemak jahat karena bisa menimbun pada dinding dalam dari pembuluh darah, terutama pembuluh darah kecil yang menyuplai makanan ke jantung dan otak. Nilai kolestrol LDL yang optimal dalam darah adalah di bawah 100 mg/dl. Nilai kolestrol LDL 100-129 mg/dl dimasukkan kategori borderline, dan jika di atas 130 mg/dl yang disertai afktor risiko lain seperti merokok, gemuk, diabetes, tidak berolah raga, dan atau 160 mg/dl atau lebih, maka segera ke dokter untuk diobati.

2. HDL (High Density Lipoprotein); Kolesterol Baik.
Kolestrol HDL disebut lemak yang baik karena bisa membersihkan dan mengangkut timbunan lemak dari dinding pembuluh darah ke hati. Nilai kolestrol HDL yang ideal adalah lebih tinggi dari 40 mg/dl untuk laki-laki, atau di atas 50 mg/dl untuk perempuan. Penyebab kolestrol HDL yang rendah adalah kurangnya aktifitas fisik, obesitas, serta kebiasaan merokok dan gaya hidup yang tidak sehat.

Sedangkan Trigliserida merupakan lemak Triester dari gliserol (triasil gliserol); Nilai idealnya adalah 60 - 150 mg/dl; jika berlebih yang dipengaruhi oleh sia, obesitas, dan jenis kelamin; dapat berakibat meingkatnya risiko terhadap penyakit jantung.

Penyebab
Faktor yang dapat menyebabkan tingginya kolesterol adalah; antara lain :

  • Diet yang tidak sehat; terlalu banyak mengonsumsi minuman beralkohol.
  • Kurangnya aktivitas fisik; berolahraga atau beraktifitas.
  • Merokok atau terpapar asap tembakau
  • Kelebihan berat (Obesitas)
  • Kebiasaan mengonsumsi makanan yang tidak sehat (memiliki kadar lemak jenuh yang tinggi), Contohnya kuning telur, mentega, biskuit, keju, krim, atau santan..
  • Memiliki penyakit tertentu, seperti hipertensi atau tekanan darah tinggi, diabetes, kelenjar tiroid yang kurang aktif (hipotiroidisme), penyakit liver, dan penyakit ginjal.
  • Pertambahan usia. Saat usia tua, risiko kolesterol tinggi yang memicu arterosklerosis juga semakin besar.

Gejala
Gejala umum kolesterol tinggi adalah nyeri di sejumlah bagian tubuh hingga penyakit berbahaya seperti stroke dan penyakit jantung. Dan biasanya timbul rasa tidak nyaman di tengkuk, nyeri dada, sering kesemutan di kaki.
    
Pencegahan
Menghentikan faktor gaya hidup yang tidak sehat dan merubahnya secara perlahan dan bertahap menjadi pola hidup yang sehat; dapat membantu menurunkan angka kolesterol.

Faktor keturunan bisa mempengaruhi kadar kolesterol; beberapa orang mewarisi gen dari ibu, ayah atau bahkan kakek nenek mereka yang menyebabkan mereka memiliki terlalu banyak kolesterol. Istilah ini disebut familial hypercholesterolemia; tingkat keparahannya terkait dengan durasi dan derajat kolesterol LDL dalam darah. Familial Hypercholesterolemia berbahaya karena dapat menyebabkan penyakit jantung aterosklerotik prematur.

Jika angka kolesterol cukup menghawatirkan, peiksakan dan periksa juga riwayat keluarga untuk masalah yang berkaitan dengan kolesterol tinggi. Jika anda memiliki kolesterol tinggi, langkah pertama yang bagus untuk menurunkan risiko penyakit jantung itu adalah dengan cara modifikasi gaya hidup yang lebih baik.

Jika langkah-langkah itu sudah dilakukan secara optimal namuntidak mengurangi; maka anda memilki risiko, dan dokter dapat membuatkan resep obat untuk membantu. Dengan cara melakukan perubahan menjadi gaya hidup sehat walaupun sederhana, sebenarnya dapat membantu untuk mencegah risiko dan masalah medis yang signifikan.

Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan; antara lain :

  • Periksakan kadar kolesterol; kadar kolestrol total ideal dibawah 200 mg/dl, dengan kadar LDL (kolestrol jahat) di bawah angka 130 mg/dl, dan HDL (kolestrol baik) berada di atas angka 40 mg/dl.
  • Menerapkan pola makan sehat; membatasi konsumsi makanan yang berlemak dan hindari konsumsi minuman beralkohol.
  • Perbanyak makan sayur, buah-buahan, dan ikan.
  • Menurunkan berat badan berlebih; dengan menurunkan berat badan, kadar kolesterol total juga dapat menurun.
  • Berolahraga secara teratur; aktivitas fisik dapat memperbaiki kadar kolesterol dalam tubuh. Lakukan olahraga selama 30-60 menit tiap hari; misalnya jogging, lari, bersepeda, atau berenang.
  • Menghentikan kebiasaan merokok; merokok dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner.
  • Mengonsumsi multivitamin atau suplemen makanan untuk mencukupi kebutuhan dasar nutrisi dan menurunkan resiko penyakit jantung dan stroke (vitamin yang mengandung asam folat, vitamin B6, dan vitamin B12).

Rekomendasi Kementerian Kesehatan; untuk menurunkan kolesterol adalah sbb :
1. Menerapkan pola makan sehat; Batasi konsumsi makanan yang mengandung kolesterol dan hindari konsumsi minuman beralkohol. Perbanyak makan sayur, buah buahan, dan ikan.
2. Menurunkan Berat Badan Berlebih; Dengan menurunkan berat badan, kadar kolesterol total juga dapat menurun.
3. Berolahraga secara teratur; Aktifitas fisik dapat memperbaiki kadarkolesterol dalam tubuh. Usahakan untuk berolahraga selama 30-60 menit tiap hari. Misalnya jogging, lari, besepeda atau berenang.
4. Menghentikan kebiasaan merokok; Merokok dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner dan mempercepat penumpukkan plak dalam arteri.

 

pencegahan-kolesterol

 


Baca Juga :

 


Cetak   E-mail