Artikel

Penyakit Jantung, Faktor Risiko dan Pencegahannya

penyakit-jantung

Penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular), yaitu penyakit yang menyangkut jantung itu sendiri dan pembuluh-pembuluh darah. Keduanya sulit dipisankan dalam manajemen maupun pembahasannya, sehingga istilah kardio (jantung) dan vaskular(pembuluhdarah) sulit dipisahkan.

Beberapa penyakit yang termasuk kelompok penyakit jantung dan pembuluh darah adalah hipertensi,penyakit jantung koroner(termasuk anginapektoris, infarkmiokard akut), penyakit pembuluh darah otak (TlA = Transient Ischemic Attack; Stroke), penyakit jantung hipertensi, penyakit jantung rematik, gagal jantung, penyakit jantung katup, penyakit pembuluh darah perifer, penyakit jantung bawaan, kardiomiopati, dan lain-lain.

Faktor Risiko

Faktor isiko penyakit jantung dan pembuluh darah adalah suatu kondisi yang secara potensial berbahaya dan dapat memicu terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah pada seseorang atau kelompok tertentu.

Faktor risiko penyakit jantung dan pembuluh darah meliputi faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi, seperti riwayat  keluarga, umur, jenis kelamin. Dan berikutnya faktor risiko yang dapat dimodifikasi, seperti: hipertensi, merokok, diabetes melitus, dislipidemia(metabolisme lemak yang abnormal), obesitas umum dan obesitas sentral, kurang aktivitasfisik, polamakan, konsumsi minuman beralkohol, dan stres.

Faktor Risiko yang tidak dapat dimodifikasi

1. Riwayat Keluarga
Adanya riwayat keluarga dekat yang terkena penyakit jantung dan pembuluh darah meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah dua kali lebih besar dibandingkan dengan yang tidak memiliki riwayat keluarga.

2. Umur
Risiko penyakit jantung dan pembuluh meningkat padausia diatas 55 tahun untuklaki-laki dan diatas 65 tahun untuk perempuan.

3. Jenis kelamin
Jenis kelamin laki-laki mempunyai risiko penyakit jantung dan pembuluh darah lebih tinggi dibandingkan dengan perempuan.

Faktor Risiko yang dapat dimodifikasi

1. Hipertensi
Risiko penyakit jantung dan pembuluh darah meningkat sejalan dengan peningkatan tekanan darah (Hipertensi). Hasil penelitian Framingham menunjukkan bahwa tekanan darah sistolik 130-139 mmHg dan tekanan diastolik 85-89 mmHg akan meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah sebesar 2 kali dibandingkan dengan tekanan darah kurang dari 120/80mmHg.

Hipertensi merupakan penyebab tersering penyakit jantung koroner dan stroke, serta faktor utama dalam gagal jantung kongestif. Studi yang ada menyebutkan bahwa risiko gagal jantung kongestif meningkat sebesar 6kali pada pasien dengan hipertensi.

2. Merokok
Risiko penyakit jantung koroner pada perokok 2-4 kali lebih besar dari pada yang bukan perokok. Kandungan zat racun dalam rokok antara lain tar, nikotin dan karbon monoksida. Rokok akan menyebabkan penurunan kadar oksigen ke jantung, peningkatan tekanan darah dan denyut nadi, penurunan kadar kolesterol- HDL (“kolesterol baik’), peningkatan penggumpalan darah, dan kerusakan endotel pembuluh darah koroner.

3. Diabetes  Melitus
Diabetes Melitus (DM) adalah kumpulan gejala akibat peningkatan kadar gula darah (glukosa) akibat kekurangan hormon insulin baik absolut maupun relatif. Gejala khas DM antara lain poliuria (sering buang air kecil), polidipsi (banyak minum), polifagia(banyak makan), dan berat badan menurun tanpa sebab yang jelas. Gejala tidak khas DM, antara lain kesemutan, gatal didaeran kemaluan, keputihan, infeksi yang sulit sembuh, bisul yang hilang timbul,penglinatan kabur, cepat lelah, mudah mengantuk, gangguan ereksi, dan lain-lain.

4. Dislipidemia (metabolisme lemak yang abnormal)
Untuk menurunkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah,maka nilai kolesterol total plasma harus <190mg/dL dan Low Density Lipoprotein (LDL) <115mg/dL. Pada pasien dengan DM atau pasien asimptomatik dengan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah, maka target kadar kolesterol total darah harus <175mg/dL dan LDL<100mg/dL.

Kadar High Density Lipoprotein (HDL) <40mg/dL padalaki-laki dan <45mg/dL pada perempuan, serta kadar trigliserida puasa >150mg/dL akan meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.

5. Obesitas
Obesitas didefinisikan sebagai peningkatan berat badan lebih dari 20% berat badan normal atau Indeks Masa Tubuh (IMT),yaitu suatu angka yang didapat dari hasil berat badan dalam kilogram dibagi tinggi badan dalam meter kuadrat.

Berat badan normal bila IMT antara 18,5-24,9Kg/m2. Berat Badan Lebih bila IMT = 25-27Kg/m2 dan Obesitas bila IMT>27Kg/m2.   Berat Badan Lebih dan Obesitas disebut Obesitas Umum.

Fakta menunjukkan bahwa distribusi lemak tubuh berperan penting dalam peningkatan faktor risiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Penumpukan lemak dibagian sentral tubuh akan meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Lingkar perut 290 cm untuk laki-laki dan 280 cm untuk perempuan (ObesitasS entral) akan meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.

6. Kurang aktivitas fisik
Beberapa studi menunjukkan adanya hubungan antara aktivitas fisik dengan penyakit jantung dan pembuluh darah. Aktivitas fisik akan memperbaiki sistem kerja jantung dan pembuluh darah dengan meningkatkan efisiensi kerja jantung, mengurangi keluhan nyeri dada/ angina pektoris, melebarkan pembuluh darah, membuat kolateral atau jalan baru bila sudah ada penyempitan pembuluh darah koroner, mencegah timbulnya penggumpalan darah, meningkatkan kemampuan tubuh termasuk meningkatkan kemampuan seksual, dan meningkatkan kesegaran jasmani.

Dianjurkan melakukan Latihan Fisik (olahraga) minimal 30 menit setiap hari selama 3-4 hari dalam seminggu (istirahat selang sehari), sehingga tercapai hasil yang maksimal. Setelah latihnan 4-6 minggu, kemampuan fisik meningkat sebesar 30-33%, dan hasil yang optimal akan dicapai setelah latinan fisik 6 bulan.

6. Pola Makan
Dewasa ini, perubahan polamakan menjurus ke sajian siap santap yang tidak sehatdan tidak seimbang,  karena mengandung kalori, lemak, protein, dan garam tinggi, tetapi rendah serat pangan (dietary fiber).  Selanjutnya pelajari pembahasan tentang Peranan Pola Makan terhadap Risiko Penyakit Jantung.

7. Stres
Stres adalah reaksi tubuh berupa serangkaian respons yang bertujuan untuk mengurangi dampak. Stresor adalah pengalaman traumatik yang luar biasa yang dapat meliputi ancaman serius terhadap keamanan atau integritas fisik dari individu atau orang-orang yang dicintainya.

Misalnya bencana alam katastrofik, kecelakaan, peperangan, serangan tindakan kriminal, perkosaan, atau perubahan mendadak yang tidak biasa dan perubahan yang mengancam kedudukan sosial dan/ atau jaringan relasi dari yang bersangkutan, seperti kedukaan yang bertubi-tubi atau kebakaran. Risiko terjadinya ganggua nini makin bertambah apabila ada kelelahan fisik atau faktor organik lain, misalnya usia lanjut. Selanjutnya pelajari tentang Stress, Gejala, dan Pengaruh Buruk bagi Kesehatan.

Pencegahan

Pencegahan terhadap Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah dapt dilakukan dengan cara pengendalian, mengurangi dan atau menghilangkan faktor risiko yang dapat diperbaharui. Hal lain yang penting adalah dengan melakukan deteksi dini terhadap faktor risiko yang mungkin ada dalam tubuh kita.

Deteksi dini dapat dilakukan dengan cara memeriksakan diri kesehatan tubuh dan mengetahui ukuran parameter yang mempengaruhi faktor risiko; misalnya Berat Badan, Tekanan Darah, Kadar Kolesterol, Kadar Gula Darah, dll. Siapa lagi yang akan peduli dengan kesehatan diri kita selain kita sendiri.

Referensi :
Permenkes No 854/MENKES/SK/IX/2009 tentang Pedoman Pengendalian Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah


Baca Juga :

  1. Mengenal, Penyakit Tular Vektor dan Binatang Pembawa Penyakit
  2. Tips Agar Tidur Malam Lebih Baik bagi Kesehatan

RS KRAKATAU MEDIKA
Jl. Semang Raya,
Cilegon 42435
Banten, Indonesia
☎️ 62 254 396333

"Mitra Terbaik dalam Memelihara Kesehatan Anda"

WA Button